Powered By Blogger

Selasa, 02 April 2013

Part I of my blog

Setelah kesekian lamanya aku membuat blog -blog yang amat banyak dan tak terhitung olehku akhirnya aku putuskan untuk membuatnya lagi. Beberapa blog yang aku buat sebelumnya hanyalah sebuah nama blog dan email Yang çαмα² sekali tak terawat, bahkan tak tersentuh olehku. Sejak kuliah aku begitu kecanduan sekali dengqn dunia internet terutama pada jejaring sosial, jejaring sosial pertama yang aku miliki Adalah friendster yang makin lama menggerogoti pikiranku dan membuat aku kecanduan dengan keberadaannya.apalagi ditambah Dengan kemunculan facebook dan twitter, its very very addict and i cant Control my self. Bisa dibilang aku ini korban jejaring sosial karna semaki jauh aku mengenalnya semakin kacau pula manajemen waktuku. Seperti lagu yang pernah aku dengar "siang malam ku selalu menatap layar kacaku untuk online online oooooh online online"(●´ο`●) ŐŐŐŐŐŐŐ... iya lagunya saykoji aku inget hihi.

Dan sebenarna.. ya.. semenjak tahun 2006 itu sesekali aku berfikir untuk membuat sebuah blog dimana aku bisa menumpahkan segala ide dan perasaanku disana . Tapi pikiran itu hanya sesekali lewat dan pergi haha. Terkadang aku punya niat yang sangaaaaat besar sehingga aku daftarkanlah emailku untuk membuat blog, dan apa kelanjutannya? Tentusaja itu hanya menjadi akun sekali buka yang kemudian aku sendiri Lupa paswordnya. Saat itu aku terlalu muluk-muluk untuk bisa memberikan postingan yang bagus dan akhirnya hasilnya hanyalah Nihil. Tak ada satupun blog yang aku garap.

Selama itu lah aku mulai tenggelam dalam duniaku yang baru, dunia maya. Aku selalu senang update status, senang mendapat kan komen dan ku selalu menu ggu-nunggunya. Dari tahun 2006 sampai dengan 2010, mulai aku kuliah sampai aku wisuda aku menyukai dunia itu.. aku benar2 menyukainya tanpa kusadari aku lebih banyak merugi ketimbang memanfaatkanya. Bahkan ketika aku menyadarinyapun aku sangat sulit melepaskanya. Ya aku rasa hal itu lebih parah ketimbang orang yang kecanduan narkoba. Aku sadar tapi aku tak bisa melepasnya.

Namun,aku masih merasa berungtung, aku masih bisa mengendalikannya selama aku kuliah. Aku masih bisa membagi waktu antara belajar, mengaji,