Powered By Blogger

Senin, 15 Februari 2021

Kegiatan ku part 1

 Hello diriku sendiri

Apa kabarmu hari ini?

Apa saja yang sudah kamu lakukan hari ini?

Apakah kamu produktif?

Atau kah kamu hanya melakukan fake produktif

Oke pagi ini aku bangun cukup kesiangan. Target bagung pukul 4, malah bangun pukul 5.30. oh may, sepertinya besok tidak boleh terulang ya Laras.  Padahal rencana hari ini, bangun tidur langsung olahraga lalu masak. Tapi apadaya, semua kacau balau karena aku bangun kesiangan pagi ini.


Rencana pertama yang terlewat adalah olahraga alias senam aerobik. Tak lupa langsung kubasuh mukaku Dan menuju mushola. Aku ingin langsung memasak, tapi seperti biasa bos kecil ikut bangun. Nah klo sudah seperti ini yang ada dia vakal nempel terus kaya perangko, gak mau sama siapa-siapa dan nempel sama ibunya terus. 


Namun yang istimewa pagi ini, si kecil mau mandi pagi bersama ibu. Tak terlewatkan adegan rutin di kamar mandi, ingin basuh badan sendiri, pakai sabun sendiri, sampai gosok gigi sendiri. Udah gitu maunya barengan sama emaknya gitu.  Harus mulai bareng dan selesai barengan, dan di kasus ini butuh banget kesabaran ekstra dari emak-emak yang bekerja. Rutinitas ini tidak bisa diubah skenario nya sama emak karena kalo emak maksa, si bayi bakalan geger yang berkepanjangan alias doi maunya reka ulang adegan sesuai kemauannya. Gitu terus sampai kiamat, kalo dia udah nangis, emaknya selalu salah dan maha benar si bayik. Aku selalu coba untuk belajar sabar setiap hari dengan adegan ini. Aku selalu ingat-ingat dan berkata dalam hati bahwa dia masih berusia 2 tahun dan memang sedang masanya tantrum dan pengen banget deket sama emak.

Yang begitulah cerita pagi mandi bareng si kecil. Lama lah mandinya, soalnya habis  sikat Gigi sendiri doi mau di sikatin sama emaknya, katanya biar kaya simajiro (tokoh di buku anak)


Habis doi mandi, doi minta dibedakin, badanya gatal-gatal karena alergi. Nah beres sudah urusan sama si kecil mandi, saat nya sarapan bareng bocil. Karena ibu belum sempat masak, jadi yang praktis aja, sarapan pakai telur gitu deh. Habis sarapan, baru persiapan sayur buat bocil, sambil goreng tape hangat ² sedap buat yang lain.

Pukul 08.30 cus berangkat ke sekolah



Sabtu, 13 Februari 2021

Bangkit dari Rasa Malas

 Hai hai hai

What's up guys

Aku lagi kesurupan buat tajin nulis lagi, biasalah angot-angotan untuk membiasakan menulis. Lebih berat ke malasnya dan kebanyakan nonton drama Korea. Gak inget udah berapa tahun gak nulis, jadi aku cuma nulis ajaa pa yang ada di pikiranku.


Pagi ini, hari minggu tanggal 14 Februari 2021..oh no...kaget gw udah 2021 aja..bertahun2 lamanya gw mager dan gak ada kemajuan... Gaka da prestasi dan gak produktif sebagai wanita karir


Stuck di zona nyaman dan gak ngapa ngaapin..nyesel? Pasti iya banyak nyeselnya..tp percuma nyesel klo tidak ada perubahan juga..nyesel terus cuma dipake bahan renungan dan begitu lagi terooss sampe kiamat..apa gunanya ngomong nyesel..


Jadi gw berharap dan percaya pada diri gew sendiri klo gw bisa dan harus berubah sedikit demi sedikit.


Memang betul, 3 tahun terakhir ini gw lebih fokus untuk menjadi seorang ibu, dan itu gak akan pernah gw sesali. Kenapa? Karena momen bermain bersama anak di massa golden age nya tidak bisa terulang dua kali... Nah itu yang buat tiga tahun gw ini lebih fokus ke baby kesayangan. Tapi pas gw pikir2 lagi.. hello lu kerja dari tahun 2011 dan apa saya yg sudah lu perbuat untuk melayani masyarakat lebih baik? Jawabannya belum ada...nah oleh karena itu menjadi seorang ibu yg bukan halangna untuk bekerja lebih baik lagi.


Semua tergantung kepada bagaimana kita fokus dan punya membagi waktu. Gw pikir gw tetep bisa masak, memberikan waktu bermain dan tetap bekerja dengan sungguh 2 secara bersamaan.pokoknyaulai hari ini gak boleh makan gaji buta.


Gw akan seallu mengingat kan diri gw sendiri untuk terus maju menjadi wanita karir sekaligus menjadi ibu yang baik untuk anak gw... Gw harus meanamkan mindset positif sekaligus membuang rasa malas itu.



Dan pagi ini gw mulai dengan menyempatkan menulis sekalis ehari dan olahraga seminggu 2 kali.









Selasa, 17 Maret 2015

selalu tak sejalan


Seandainya km bisa memahami dgn menunjukan kasih sayangmu itu justru akan membuatmu menjadi lebih dihormati. Tp seandainya kamu paham pun mungkin utk org sepertimu, cara menunjukan kasih sayang pun bisa jd sesuatu yang sulit.
Aq paham mksudmu ingin membuatku belajar berbahasa halus. Tp kelakuanmu justru membuat semua jd semakin canggung dan menambah aku semakin sulit dekat denganmu..berat sekali bagimu memanggilku dengan "dik" saat berbicara sehari2..tp km malah dgn sangat biasanya km munggunakan bahasa kromo dgn q.. silahkan dilanjutkan dan hubungan kita akan semakin canggung.

Tapi apa yg bisa kuperbuat, dimatamu mungkin aq hanya seorang istri yg wajib mematuhimu fan toat padama.. seberapapun banyaknya pendapatku, mungkin  hanya akan membuatmu merasa d remehkan olehku. Kita?

Minggu, 01 Juni 2014

Laguku :D


Melihat tawamu
Mendengar senandungmu
Terlihat jelas di mataku
Warna-warna indahmu

Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlihat jelas bahwa hatimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Sifatmu nan s'lalu
Redahkan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu

Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria
Tegaskan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

#Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki -SO7

Rabu, 07 Mei 2014

Terjatuh bukan berarti tak mampu bangun kembali

Disetiap harapan, impian, dan keinginan, akan ada kemungkinan untuk sebuah kegagalan. Dan aku bukan orang yang tak pernah menyadari itu, jadi untuk sebuah keinginan yang ingin ku gapai, selalu ada ruang kecil disana yang kusiapkan untuk menampung kegagalan-kegagalan yang kualami.

Ya, aku adalah seseorang yang terlalu menggebu-gebu ketika mempuanyai sebuah rencana. (Seakan-akan) aku menyelaminya amat dalam dan melupakan semuanya, aku begitu antusias dengan keinginan dan ide yang telah ku buat, tapi celakanya aku adalah orang yang mudah bosan sehingga antusiasku yang amat menggebu-gebu itu menjadi amat tak berarti buatku. Dan kuakui itu sebagai kelemahanku yang selama ini belum mampu aku taklukan.

Saat aku merasa nyaman dan harus membangun sebuah cinta, membangun sebuah persahabatan, ataupun membangun sebuah hubungan dengan orang disekitarku, maka akannkulakukan semaksimal mungkin dengan caraku, tak perlu diungkapkan, hanya butuh sikap dan orang yang sejalan denganku tentu akan memahaminya. Aku rasa aku akan lakukan segalanya. Dan hanya saja, rasa bosannitu tiba2 melanda, meski tanpa kesalahan dan kekecewaan dr mereka, aku bisa saja menghentikanya di tengah jalan. Lalu bagaimana jika disertai kekecewaan dengan tak adanya imbal balik dan penghargaan. Aku sendiri tak tau mengapa begitu mudahnya aku melewatkanya dan mengambil zona baru, zona ku sendiri dimana aku mampu mandiri dan aku pikir aku jika bisa menyelesaikan semua urusanku sendiri, untuk apa harus merasa lemah dan membutuhkan orang lain.

Begitupula ketika aku terjatuh, aku merasakannya amat dalam, meresapi hingga mengalir ke dalam darah dagingku sehingga akupun bisa sangat terpukul dibuatnya. Dan alangkah beruntungnya diriku, karna aku bukan orang yang akan berlama-lama pula dalam keterpurukan, kurasa itu juga membosankan bagiku. Memang untuk sebuah kekecewaan yang kualami, aku akan bereaksi amat berlebihan dan melewati batas kewajaran, mungkin itu karena karakterku yang amat mendalami sesuatu. Tapi, bahkan ketika orang lain belum mampu jongkok, aku yakin bahwa aku sudah dapat berdiri dan mampu berlari kembali. Yaaaa, begitulah, aku bukan pula orang yang betah terpuruk dalam waktu yang lama. Atau bahkan ketika penyebab jatuhku itu datang kembali, aku tak kan pernah merasakanya lagi karna aku benar2 sudah tak menganggapnya. Yaaa, sebut saja aku sudah kebal karna aku sudah 1 kali melewatinya.

Mungkin bisa saja kembali, tapi tak kan pernah bisa kurasakan rasa yang seperti biasa jika aku sudah memutuskan kecewa dan tak ada harapan. Ya, cukup dinikmati saja hidup ini, santai dan semuanya akan tetap baik2 saja. Dan dalam kondisi seperti ini, aku sudah nyaman, akan butuh waktu yang lama utk membuat hatiku tersentuh dan terjatuh, hanya saja aku juga tak tau bagaimana caranya, mungkin saja kamu lebih tau,

Aku rasa kamu memang belum benar-benar memahamiku, bahwa aku ini jauuuuh lebih kuat dibanding dengan apa yang kamu bayangkan :D.

Minggu, 13 April 2014

25

Hari ini, di bulan yang sama, selisih 11 hari dengan ayahku dan 3 hari dengan ibu mertuaku. Aku menginjakan kaki pertama di usia perak ku dengan status yang berbeda. Tak seperti di tahun-tahun sebelumnya aku hidup tanpa seorang pendamping yang bersamaku. Ya tahun ini aku telah memiliki seorang suami, dan di hari lahirku ini aku sangat bersyukur bahwasanya aku memiliki kado terindah dalam hidupku.

Meski sementara ini kami tak hidup satu atap aku yakin suatu saat nanti perjuangan kami akan membawa hikmah dan kebahagian. Hanya perlu kesabaran dan rasa saling percaya yang utuh. Tak pernah ada manunsia yang sempurna dan kami harus mampu untuk memahami kekurangan satu sama lain dan saling melengkapi.

Tak peduli apa kata orang, "oh telponan setiap hsri donk, oh suami pulang seminggu sekali donk" oh ini oh itu ah apalah, yang kuperlukan saat ini hanyalah mempercayai suamiku! Aaahhh aku tak tau. Rasanya hari ini sulit sekali menulis, mungkin karna terlalu banyak yang ingin aku tumpahkan dan aku tak sanggup. Hanya saja aku harus bisa lebih dewasa, lebih sabar lebih bijak dalam menghadapi masalah2 hidup kedepanya. Alhamdulillah masih di beri umur sampai usia 25 dan dipertemukan dengan jodohku. Mungkin itu saja cukup untuk hari ini. Apapun perassanku aku tak boleh mengeluarkan statmen negartif hari ini, iyantak boleh!!!!!!!?

Kamis, 10 April 2014

Surat untuk suamiku

Dear, kesayanganku

Sungguh aku tak marah, hanya saja aku masih takut untuk berkomunikasi, hanya saja aku khawatir jika semua yang ku ucap tak pernah sesuai dengan keadaan hatimu dan hanya memperburuk suasana. Lalu akupun berfikir, mungkin akan lebih baik jika kita tak perlu komunikasi dua arah secara langsung. Hanya saja aku berfikir agar semua kesalahfahaman dari komunikasi yang tak sempurna bisa lebih berkurang.

Mungkin aku sedang dalam ke egoisan tingkat tinggi , keegoisan yang membuatku sulit untuk berfikir positif tentang bagamana keadaanmu disana. Mungkin aku belum bisa memahami situasi sulit yang sedang engkau hadapi. Dan kadang aku berfikir, (mungkin) aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu, yang selalu bisa mendukung suaminya dalam keadaan apapun, memberi semangat suaminya, berbagi pendapat dan bertukar pikiran untuk mengurangi bebanmu. Tapi sungguh, aku ingin begitu dan masih selalu belajar untuk bisa seperti itu.

Tapi sementara ini, kenyataan yang terjadi justru perselisihan dan kesalahpahaman. Setiap komunikasi yang kita lakukan justru menimbulkan kedongkolan hati dan rasa sakit, akupun tak tau kenapa justru semakin memburuk. Dan aku benar-benar tak tau dengan apa yang terjadi.

Saat kusadari ternyata suamiku dalam kesibukan yang amat besar, aku merasa bahwa betapa bodohnya aku. Kenapa aku justru menjadi bagian yang membuat susah suamiku. Memperburuk keadaan dengan pikiran-pikiran negatifku yang akupun sendiri tak tau kenapa aku tak pernah bisa mengontrolnya. Mengganggu suamiku dengan ego egoku yang hanya ingin selalu diperhatikan dan di manja tanpa berpikir sedang bagaimana suamiku.

Jadi, yang aku tau saat ini, jalan terbaik agar semuanya bisa baik-baik saja dan tenang adalah dengan tak ada komunikasi langsung. Akan lebih baik jika aku cukup mendoakanmu dari jauh di sini. Akan lebih baik jika aku menghilangkan ego-egoku untuk diperhatikan dan dimanja olehmu. Dan aku rasa semua rasa curiga itu bisa hilang perlahan, dan saat semuanya tenang dan kamu sudah selesai dengan semua kesibukanmu,  maka semuanya akan membaik dengan sendirinya.

Maafkan aku yang tak bisa berbuat banyak untukmu, maafkan aku yang hanya bisa membuatmu kesal. Semoga dengan tulisan ini semua rasaku bisa tersampaikan kepadamu. Ingin sekali bisa mendukung dan menyemangati suamiku, iya mas, semoga semua urusan mas bisa selesai dengan baik lancar dan barokah. Jangan lupa skripsinya, jangan lupa bawa hapenya karena takut-takut rekan kerjamu punya urusan penting yang mendadak dan butuh bantuanmu. Jangan lupa kunci motornya diletakan di tempat yang sama setiap harinya, jangan tidur dan makan terlalu malam. Kesehatanya dijaga dan jangan terlalu sering memporsir badan untuk urusan pekerjaan.

Maaf mas, ade tak bermaksud untuk menggurui mas dengan semua kalimat di atas.  Semoga mas selalu ingat untuk memanage kegiatan2 penting yang harus mas selesaikan. Menulis apa-apa saja yang harus diselesaikan dan ditargetkan. Kemudian dipilah2 dan mengerjakan mana yang menjadi prioritas terlebih dahulu. Jika semua terencana dengan rapi, insya A semuanya akan berjalan rapi.

Semoga suamiku sayang baik-baik saja disana, dengan segala rasa rindu yang aku pendam. Aku hanya bisa mendoakanmu. Semoga persangkaan ku kali ini tak salah dan semoga cara ini bisa mengurangi segala kesalahfahaman yang telah terjadi. Sungguh akupun takut salah menulis dan berucap. Tapi apapun yang terjadi aku harus ,mengungkapkanya, karena selain kepercayaan, keterbukaan juga menjdai bagian penting dalam menjaga sebuah hubungan.

Tertanda

Istrimu