Taukah kamu tentang apa yang aku rasakan saat ini, begitu dahsyatnya separuh jiwamu merasuki jiwaku sampai terkadang aku sendiri tak mengenal siapa aku. Aku takut jika aku terlalu belebihan mencintaimu, aku takut jika aku overdosis dengan harapan2 untuk selalu bersamamu, aku takut jika aku semakin takut untuk kehilangan seseorang yang sudah pasti cepat lambat terjadi, aku takut jika sampai2 semua tanpa karena Allah.
Sesekali aku berusaha bertanya, mengapa begitu dalam aku memikirkanmu, mengapa begitu dalam aku merindukanmu dan mengapa aku merasakan kesepian yang amat sunyi yang rasanya tidak pernah sehitam pekat seperti sepi sepi biasa yang sudah sering aku alami.
Apa hebatnya kamu bisa membuat aku seperti ini, menjadi seorang wanita lemah yang mudah meneteskan air mata. Merubah seorang wanita tegar dan selalu mampu berdiri sendiri tanpa orang lain disisinya menjadi wanita lemah yang tak ingin hidup sendiri. ya, Kehadiranmu membuat aku semakin lemah dan manja, mambuat aku selalu ingin diperhatikan dengan kasin sayangmu, membuat aku ingin dimanjakan olehmu, dan akupun belum bisa percaya mengapa aku harus selalu memikirkanmu.
Batapa jarak ini membuat aku sangat terluka, terluka begitu dalam hingga pikiran2 ini selalu menggerogoti jiwa ku dan menghabiskan daging -daging di badanku, lalu akupun tak percaya aku menjadi wanita bodoh yang sudah terlalu banya membuang waktu hanya untuk memikirkanmu. Tapi apakah ini memang hal bodoh kah, atau hal hal wajar yang memang sudah biasa di alami seorang wanita ketika ia menemui separuh jiwanya? Aku benar-benar tak tau karena memang baru kali ini aku merasa sebodoh ini.
Taukah kamu betapa bahagianya aku memilikimu, bertemu denganmu saja sudah kebahagiaan tak tarkira dalam hidupku yang aku sendiri tak mampu mengungkapkan seberapa besarnya, kebersamaan sesaat denganmu selalu kurasakan dan kuingat setiap detiknya, setiap menitnya, setiap jamnya, entah itu suka duka canda tawa ataupun marah dan berselisih faham. Tapi aku sangat menikmatinya, dan rasanya, rasanya amat perih sekali saat merasakan detik2 dimana aku harus berpisah denganmu.
Rasanya aku masih ingin selalu bersamamu dalam waktu yang sangat lama, berada di sampingmu sebelum tidur dan bisa mengecup keningmu saat bangun tidur. Bisa masak untukmu saat kau hendak bekerja dan duduk2 bersama di sore hari saat kita pulang kerja. Aku ingin seperti itu, tapi nyatanya kita harus menunda kebersamaan itu sesaat, ya waktu yang mungkin kita sebut sesaat tapi selalu menyakiti aku tiap hari, menyakitiku dengan jarak yang membentang jauh yang hanya bisa mempertemukan kita saat saat moment tertentu. Sungguh sebenarnya aku tak tahan dengan keadaan ini.
Walaupun aku masih tak percaya mengapa aku begini, mengapa aku lemah saat jauh darimu. Kamu, kamu yang belum begitu lama masuk ke dzlam kehidupanku. yaaaa, aku dan kamu belum terlalu lama saling mengenal dan entah kekuatan apa yang menarik hatiku begitu kuat hingga membuat aku sangat kehilangan dan lumpuh ketika tak bersamamu. Tapi dibalik semua itu, aku adalah wanita paling bahagia, tentu kamu adalah orangnya, laki-laki yang membuat aku menjadi wanita yang paling bahagia di dunia karna Alloh telah mempertemukan aku denganmu. Dan Aku,,,,,, aku sangat bahagia memilikimu. Dan aku, aku selalu berharap dapat bersamamu, selamanyaaaaaaaaaaaaa.
Lalu kapan kita kembali bertemu?tahukah kamu, sehari tanpamu saja amat menyiksaku, bayangkan jika aku harus menunggu berminggu-minggu atau bahkan sampai berbulan-bulan, TANPAMU?:(