Powered By Blogger

Minggu, 13 April 2014

25

Hari ini, di bulan yang sama, selisih 11 hari dengan ayahku dan 3 hari dengan ibu mertuaku. Aku menginjakan kaki pertama di usia perak ku dengan status yang berbeda. Tak seperti di tahun-tahun sebelumnya aku hidup tanpa seorang pendamping yang bersamaku. Ya tahun ini aku telah memiliki seorang suami, dan di hari lahirku ini aku sangat bersyukur bahwasanya aku memiliki kado terindah dalam hidupku.

Meski sementara ini kami tak hidup satu atap aku yakin suatu saat nanti perjuangan kami akan membawa hikmah dan kebahagian. Hanya perlu kesabaran dan rasa saling percaya yang utuh. Tak pernah ada manunsia yang sempurna dan kami harus mampu untuk memahami kekurangan satu sama lain dan saling melengkapi.

Tak peduli apa kata orang, "oh telponan setiap hsri donk, oh suami pulang seminggu sekali donk" oh ini oh itu ah apalah, yang kuperlukan saat ini hanyalah mempercayai suamiku! Aaahhh aku tak tau. Rasanya hari ini sulit sekali menulis, mungkin karna terlalu banyak yang ingin aku tumpahkan dan aku tak sanggup. Hanya saja aku harus bisa lebih dewasa, lebih sabar lebih bijak dalam menghadapi masalah2 hidup kedepanya. Alhamdulillah masih di beri umur sampai usia 25 dan dipertemukan dengan jodohku. Mungkin itu saja cukup untuk hari ini. Apapun perassanku aku tak boleh mengeluarkan statmen negartif hari ini, iyantak boleh!!!!!!!?

Kamis, 10 April 2014

Surat untuk suamiku

Dear, kesayanganku

Sungguh aku tak marah, hanya saja aku masih takut untuk berkomunikasi, hanya saja aku khawatir jika semua yang ku ucap tak pernah sesuai dengan keadaan hatimu dan hanya memperburuk suasana. Lalu akupun berfikir, mungkin akan lebih baik jika kita tak perlu komunikasi dua arah secara langsung. Hanya saja aku berfikir agar semua kesalahfahaman dari komunikasi yang tak sempurna bisa lebih berkurang.

Mungkin aku sedang dalam ke egoisan tingkat tinggi , keegoisan yang membuatku sulit untuk berfikir positif tentang bagamana keadaanmu disana. Mungkin aku belum bisa memahami situasi sulit yang sedang engkau hadapi. Dan kadang aku berfikir, (mungkin) aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu, yang selalu bisa mendukung suaminya dalam keadaan apapun, memberi semangat suaminya, berbagi pendapat dan bertukar pikiran untuk mengurangi bebanmu. Tapi sungguh, aku ingin begitu dan masih selalu belajar untuk bisa seperti itu.

Tapi sementara ini, kenyataan yang terjadi justru perselisihan dan kesalahpahaman. Setiap komunikasi yang kita lakukan justru menimbulkan kedongkolan hati dan rasa sakit, akupun tak tau kenapa justru semakin memburuk. Dan aku benar-benar tak tau dengan apa yang terjadi.

Saat kusadari ternyata suamiku dalam kesibukan yang amat besar, aku merasa bahwa betapa bodohnya aku. Kenapa aku justru menjadi bagian yang membuat susah suamiku. Memperburuk keadaan dengan pikiran-pikiran negatifku yang akupun sendiri tak tau kenapa aku tak pernah bisa mengontrolnya. Mengganggu suamiku dengan ego egoku yang hanya ingin selalu diperhatikan dan di manja tanpa berpikir sedang bagaimana suamiku.

Jadi, yang aku tau saat ini, jalan terbaik agar semuanya bisa baik-baik saja dan tenang adalah dengan tak ada komunikasi langsung. Akan lebih baik jika aku cukup mendoakanmu dari jauh di sini. Akan lebih baik jika aku menghilangkan ego-egoku untuk diperhatikan dan dimanja olehmu. Dan aku rasa semua rasa curiga itu bisa hilang perlahan, dan saat semuanya tenang dan kamu sudah selesai dengan semua kesibukanmu,  maka semuanya akan membaik dengan sendirinya.

Maafkan aku yang tak bisa berbuat banyak untukmu, maafkan aku yang hanya bisa membuatmu kesal. Semoga dengan tulisan ini semua rasaku bisa tersampaikan kepadamu. Ingin sekali bisa mendukung dan menyemangati suamiku, iya mas, semoga semua urusan mas bisa selesai dengan baik lancar dan barokah. Jangan lupa skripsinya, jangan lupa bawa hapenya karena takut-takut rekan kerjamu punya urusan penting yang mendadak dan butuh bantuanmu. Jangan lupa kunci motornya diletakan di tempat yang sama setiap harinya, jangan tidur dan makan terlalu malam. Kesehatanya dijaga dan jangan terlalu sering memporsir badan untuk urusan pekerjaan.

Maaf mas, ade tak bermaksud untuk menggurui mas dengan semua kalimat di atas.  Semoga mas selalu ingat untuk memanage kegiatan2 penting yang harus mas selesaikan. Menulis apa-apa saja yang harus diselesaikan dan ditargetkan. Kemudian dipilah2 dan mengerjakan mana yang menjadi prioritas terlebih dahulu. Jika semua terencana dengan rapi, insya A semuanya akan berjalan rapi.

Semoga suamiku sayang baik-baik saja disana, dengan segala rasa rindu yang aku pendam. Aku hanya bisa mendoakanmu. Semoga persangkaan ku kali ini tak salah dan semoga cara ini bisa mengurangi segala kesalahfahaman yang telah terjadi. Sungguh akupun takut salah menulis dan berucap. Tapi apapun yang terjadi aku harus ,mengungkapkanya, karena selain kepercayaan, keterbukaan juga menjdai bagian penting dalam menjaga sebuah hubungan.

Tertanda

Istrimu

Senin, 07 April 2014

Kamu

Taukah kamu tentang apa yang aku rasakan saat ini, begitu dahsyatnya separuh jiwamu merasuki jiwaku sampai terkadang aku sendiri tak mengenal siapa aku. Aku takut jika aku terlalu belebihan mencintaimu, aku takut jika aku overdosis dengan harapan2 untuk selalu bersamamu, aku takut jika aku semakin takut untuk kehilangan seseorang yang sudah pasti cepat lambat terjadi, aku takut jika sampai2 semua tanpa karena Allah.

Sesekali aku berusaha bertanya, mengapa begitu dalam aku memikirkanmu, mengapa begitu dalam aku merindukanmu dan mengapa aku merasakan kesepian yang amat sunyi yang rasanya tidak pernah sehitam pekat seperti sepi sepi biasa yang sudah sering aku alami.

Apa hebatnya kamu bisa membuat aku seperti ini, menjadi seorang wanita lemah yang mudah meneteskan air mata. Merubah seorang wanita tegar dan selalu mampu berdiri sendiri tanpa orang lain disisinya menjadi wanita lemah yang tak ingin hidup sendiri. ya,  Kehadiranmu membuat aku semakin lemah dan manja, mambuat aku selalu ingin diperhatikan dengan  kasin sayangmu, membuat aku ingin dimanjakan olehmu, dan akupun belum bisa percaya mengapa aku harus selalu memikirkanmu.

Batapa jarak ini membuat aku sangat terluka, terluka begitu dalam hingga pikiran2 ini selalu menggerogoti jiwa ku dan menghabiskan daging -daging di badanku, lalu akupun tak percaya aku menjadi wanita bodoh yang sudah terlalu banya membuang waktu hanya untuk memikirkanmu. Tapi apakah ini memang hal bodoh kah, atau hal hal wajar yang memang sudah biasa di alami seorang wanita ketika ia menemui separuh jiwanya? Aku benar-benar tak tau karena memang baru kali ini aku merasa sebodoh ini.

Taukah kamu betapa bahagianya aku memilikimu, bertemu denganmu saja sudah kebahagiaan tak tarkira dalam hidupku yang aku sendiri tak mampu mengungkapkan seberapa besarnya, kebersamaan sesaat denganmu selalu kurasakan dan kuingat setiap detiknya, setiap menitnya, setiap jamnya, entah itu suka duka canda tawa ataupun marah dan berselisih faham. Tapi aku sangat menikmatinya, dan rasanya, rasanya amat perih sekali saat merasakan detik2 dimana aku harus berpisah denganmu.

Rasanya aku masih ingin selalu bersamamu dalam waktu yang sangat lama, berada di sampingmu sebelum tidur dan bisa mengecup keningmu saat bangun tidur. Bisa masak untukmu saat kau hendak bekerja dan duduk2 bersama di sore hari saat kita pulang kerja. Aku ingin seperti itu, tapi nyatanya kita harus menunda kebersamaan itu sesaat, ya waktu yang mungkin kita sebut sesaat tapi selalu menyakiti aku tiap hari, menyakitiku dengan jarak yang membentang jauh yang hanya bisa mempertemukan kita saat saat moment tertentu. Sungguh sebenarnya aku tak tahan dengan keadaan ini.

Walaupun aku masih tak percaya mengapa aku begini, mengapa aku lemah saat jauh darimu. Kamu, kamu yang belum begitu lama masuk ke dzlam kehidupanku. yaaaa, aku dan kamu belum terlalu lama saling mengenal dan entah kekuatan apa yang menarik hatiku begitu kuat hingga  membuat aku sangat kehilangan dan lumpuh ketika tak bersamamu. Tapi dibalik semua itu, aku adalah wanita paling bahagia, tentu kamu adalah orangnya, laki-laki yang membuat aku menjadi wanita yang paling bahagia di dunia karna Alloh telah mempertemukan aku denganmu. Dan Aku,,,,,, aku sangat bahagia memilikimu. Dan aku, aku selalu berharap dapat bersamamu, selamanyaaaaaaaaaaaaa.

Lalu kapan kita kembali bertemu?tahukah kamu, sehari tanpamu saja amat menyiksaku, bayangkan jika aku harus menunggu berminggu-minggu atau bahkan sampai berbulan-bulan, TANPAMU?:(